Menyusuri Jejak Kebiadaban Suharto

Jumat, 21 September 2012

Meletusnya gerakan 30 september di jakarta, ternyata imbas yang terjadi di daerah-daerah yang jaraknya beratus-ratus bahkan beribu-ribu kilo meter dari jakarta jauh lebih mengerikan. Di daerah yang Kebanyakan masyarakatnya tidak paham bahkan tidak tahu sama sekali apa yang terjadi dijakarta waktu itu harus menanggung kesalahan yang   tidak mereka lakukan dan tidak mereka pahami. Tidak tanggung-tanggung nyawa, martabat, harga diri, hak hidup dan kemerdekaan mereka diambil paksa untuk jadi penebus sesuatu yang tidak pernah mereka tahu apalagi mereka lakukan.

Dengan terbunuhnya 6 perwira tinggi militer, akhirnya Suharto mengambil alih kekuasaan angkatan bersenjata. Pada tanggal 2 Oktober 1965, Suharto menguasai militer . Suharto  mengendalikan ibukota dan mulai melakukan kampanye hitam yang ditujukan kepada PKIProvokasi, propaganda, fitnah dan isu menyesatkan dilakukan dengan gencar, dan berhasil meyakinkan orang-orang indonesia bahwa PKI adalah dalang dari peristiwa ini. Seruan pembersihan orang-orang PKI diseluruh Indonesia direspon sebagai "Seruan pembantaian" oleh masyarakat yang telah diliputi kebencian pada PKI akibat dari tindakan biadab provokativ  militer Suharto. Seruan pembersihan atau tepatnya "Pesta kebiadaban Suharto" dimulai pada bulan Oktober 1965 di jakarta, yang selanjutnya menyebar ke Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, sumatera dan kalimantan. Berikut beberapa fakta kelam sejarah Ephoria pembantaian yang dimotori oleh militer Suharto yang terjadi di bebrapa daerah di Indonesia.

PEMBANTAIAN DI KOTA SAIDO-PAINAN

Kota Saido-Painan, Dua kota kecil yang terletak di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera barat. Ketika Rakyat Indonesia dikejutkan oleh peristiwa 30 september 1965 yqng terjadi di jakarta, tidak ada bentrokan, tidak ada yang namanya konflik horisontal. Semua hidup tenang, rukun dan damai. Pemerintahan Kabupaten pesisir Selatan juga berjalan dengan baik dan normal.

Namun keadaan berubah dan menjadi bertolak belakang ketika masyarakat dikejutkan oleh kehadiran Komandan kodim painan, letkol Purnomo Sipur yang menteror masyarakat kota painan dan sekitarnya. Pasukan kodim itu dengan kejam dan brutal melakukan penangkapan atas beratus-ratus pemuka masyarakat, rakyat dan ninik mamak di pesisir Selatan kerinci. Beliau-beliau yang ditangkap digiring seperti menggiring ternak, dimasukan ke dalam penjara-penjara  dan dan digunduli. Sebagian disuntik oleh dokter, yang adalh seorang Wamilda (Wajib Militer darurat) dan dimuat ke sebuah dump truk yang biasa digunakan untuk mengangkut sampah, tanah dan pecahan batu dan dibawa ke bukit Pulai sekitar 10 km di luar kota Painan. Di sana, para pemuka masyarakat yang dijubelkan dalam dump truk itu, dituangkan dari dump truk seperti menuangkan sampah. Dan manusia-manusia yang berjatuhan di belakang dump truk itu, atas perintah dan komando Letkol Purnomo sipur, diberondong dengan senjata api. Jerit, pekik dan lolong manusia-manusia yang tak berdosa, menyebut nama Allah, menggema dibukit Pulai pada tanggal 9 Nopember 1965, Tubuh-tubuh korban secara paksa dihabisi nyawanya itu bergelimpangan bermandi darah, diiringi dengan sorak sorai dan tawa ria serdadu-serdadu brutal dan biadab pengikut jenderal suharto, dibawah komando Letkol. Purnomo sipur.

Syamsudin, seorang bekas anggota Mobrig, ditangkap oleh moliter suharto. tangan dan kakinya diikat pada dua buah pedati yang kemudian ditarik oleh dua ekor kerbau dengan arah yang berlawanan. Tubuh Syamsudin hancur berkecai. Potongan tubuhnya bertebaran dengan arah yang berserakan. Pesta ABRI yang brutal dan biadab ini mereka lakukan di depan anak dan isteri syamsudin, yang dipaksa untuk menyaksikan kebudayaan ABRI/Orde baru Suharto.

Nurhayani, seorang gadis remaja yang baru tamat SMP, ditangkap karena menghalag-halangi Letkol. Purnomo Sipur yang akan menagkap ayahnya. Perwira ABRI/Jenderal Suharto yang gagah perkasa ini, Memasukan Nurhayani kedalam Karung dan mengikatnya dan melemparkannya ke batang (sungai) Nilam air hadji. Para militer yng hebat dan perkasa itu, tertawa terbahak-bahak, sambil minum air kelapa muda, melihat karung yang berisi tubuh Nurhayani menggelepar-gelepar dibawa arus air. setelah pahlawan-pahlawan Suharto itu berlalu, keluarga dan sanak saudara Nurhayani, dengan raung tangis ,mengambil mayatnya dari sungai Nilam dan mengebumikan sesuai adat istiadat Minangkabau.

Berikut adalah sebagian nama-nama korban para pemuka masyarakat Saido-Painan yang menjadi korban kebiadaban Suharto

1.Ilyas Radjo Bungsu - Perintis Kemerdekaan R.I., Veteran Pejuang R.I. (ikutserta aktip mendirikan TNI dari BKR, TKR,
  TP, dll. dalam proses perjuangan kemerdekaan R.I., dan pengisi kemerdekaan R.I.;
2.Muhammad Yunus - Veteran Pejuang R.I dan Pegawai Departemen Penerangan;
3.Hanif Yunus - Pelajar SMEA; - aktivis Pemuda dibidang Sastra dan Kesenian Rakyat;
4.Alimuddin - Guru Sekolah Rakyat
5.Rabaini - Veteran Pejuang R.I. dan Tua Kampung;
6.Rajab - Veteran Pejuang R.I. Tua Kampung -aktivis masyarakat untuk pembangunan dalam bentuk gotongroyong;
7.Yunus Djamil - Pengusaha /Koperasi Rakyat;
8.Syofyan - Pengusaha/Koperasi Perikanan;
9.Mali - Pengusaha/Pedagang hasil pertanian; 
10.Ismail - Pengusaha/Perternakan;
11.Zubir - Pedagang hasil-hasil hutan;
12.Zaininar - Guru Sekolah Rakyat;
13.Maas - Petani;
14.Djamirus - Barisan Tani;
15.Saidinia Abbas - Pegawai departemen Penerangan,
16.Idris - Veteran pejuangnR.I,Sekretaris Subsekom PKI;
17.Rusli - Aktivis Buruh,
18.Ali Basril - Camat - Kecamatan Batangkas;
19.Mansyah - Pegawai Pajak;
20.Darusat - Urusan Kehutanan
21.Usman Latif - Aktivis urusan Pertanian
22.Syamsir Alam - Veteran Pejuang R.I.
23.Anas Hamid - Guru sekolah
24.Indra - Pegawai Camat-Tarusan;
25.Bachtiar - Pagawai Camat - Tarusan;
26.Imam Daralat - BTI
27.Wali Kadir - Wali Negeri/Lurah - Surantih
28.Jamirus - Pekerja/Buruh
29.Mansarudin - Aktivis Masyarakat kecamatan Kambang;
30.Sidi Salim - Aktivis Masyarakat kecamatan Kambang;
31.Nurdin - Aktivis masarakat dibidang pertanian daerah Kambang
32.Rahman - Pedagang
33.Agus Labak - pemuka masyarakat daerah Surantih,
34.Debok -
35. Cupu - Veteran Pejuang R.I., daerah kecamatan Air hadji
36. Ridwan Ber - kecamatan Indrapura,
37. Mansur K. - Kecamatan daerah Tapan
38. Rifai - daerah Lumpo
39. Lamid - daerah kecamatan Sungai Tunu;
40.Wali Gafar - Wali Negeri/Lurah kecamatan Sungai Tunu;
41.Nukman Jao - Pekerja kenegerian Sungai Tunu;
42.Aliudin - Pemuda Balai Selasa,
43. Palim - Pemuda Balaiselasa,
44.Ajis Jamin - Sekretaris Secom PKI Balaiselasa,
45. Nudar - dari BTI
46.Jirin - dari BTI
47.Halil Pasya - Anggota DPRD Painan

Beliau-beliau tersebut disiksa, digunduli, di suntik oleh seorang DokterWamilda, dan dibawa dengan Dump Truck ke Bukit Pulai, sekitar 10 KM dari Kantor Kodim di Painan. Dan di bawah Komando Letkol.Purnomo Sipur, pada Tanggal 9 November 1965, mereka dihabisi nyawanya.

Tahanan Politik yang mati dalam pemeriksaan/penyiksaan di KODIM-Painan, adalah:

1.Abbas Datuk Sati - Veteran Pejuang R.I.,Penghulku Adat, dari kelurahan Tambang,
2.Kasiran - Veteran Pejuang R.I.,Wali Negeri/Lurah negeri Salido,
3.Hamzah - Perintis Kemerdekaan, Veteran Pejuang R.I. Pengisi Kemerdekaan R.I., Pemuka Masyarakat Salido,
4.Buyung Tabing - Veteran Pejuang R.I.,Pegawai Perhutanan,
5.Kiram - Pegawai Departmen Penerangan - Balaiselasa,
6.Baharudin - Balaiselasa
7.Djulis - Balaiselasa
8.Darmansyah - Balaiselasa
9.Idris - Guru Sekolah Rakyat/Anggota DPRD-Tarusan
10.Alam Samad - Veteran Pejuang R.I:, Pegawai Negeri, daerah Api-Api,
11.Mat Asin - dari Barisan Tani
12.Ali Asam - Putra Mat Asin
13.Mansur - Serikat Buruh,

Yang dibunuh dengan cara penyuntikan di Kantor KODIM adalah:

1. Hadji Sunar - Veteran Pejuang R.I. - Aktivis Organisasi Veteran,
2. Sabirudin - Guru Sekolah Rakyat, Aktivis Pemuda,
3 .Djamaan - Pengusaha,
4 .Mak Usir - Pengusaha Perikanan,
(Dikutip dari umarsaid.free.fr/kebiadaban rezim suharto)


BEBERAPA LAPORAN TENTANG PEMBUNUHN DI JAWA TIMUR:

1. Lawang, Kabupaten Malang. Para anggota dan simpatisan PKI yang akan dibunuh dikat tangannya. Lalu segerombolan pemuda Ansor bersama satu unit tentara Zeni Tempur membawa ke tempat pembantaian. Para korban satu persatu digiring ke lubang. Mereka dipukuli dengan benda keras sampai tewas. Lalu kepala mereka di penggal. Ribuan orang dibunuh dengan cara ini. Lalu pohon pohon pisang ditanam diatas kuburan mereka.

2. Singosari , Malang. Oerip Kalsum, seorang lurah wanita desa Dengkol, Singosari dibunuh dengan cara tubuh dan kemaluannya dibakar, lalu lehernya diikat sampai tewas.

3. Tumpang, Kabupaten Malang. Sekitar ribuan orang dibunuh oleh tentara dari Artileri Medan ( Armed I ) bekerja sama dengan Ansor. Mayat korban dikuburkan didesa Kunci.

4. Kabupaten Jember. Pembantaian dilakukan oleh Armed III. Tempat pembantaian perkebunan karet Wonowiri dan Glantangan serta kebun kelapa Ngalangan. Sementara di Desa Pontang pembantaian dilakukan oleh kepala Desa dan pensiunan tentara.

5. Nglegok. Kabupaten Blitar. Japik seorang tokoh Gerwani cabang setempat dan seorang guru, dibunuh bersama suaminya. Ia diperkosa berkali kali sebelum tubuhnya dibelah mulai dari payudara dan kemaluannya. Nursamsu seorang guru juga dibunuh, dan potongan tubuhnya digantung di rumah kawan kawannya. Sucipto seorang bekas lurah Nglegok dikebiri lalu dibunuh. Semuanya dilakukan oleh pemuda Ansor.

6. Garum, Kabupaten Blitar. Ny Djajus seorang lurah desa Tawangsari dan seorang anggota Gerwani. Hamil pada saat dibunuh. Tubuhnya dibelah sebelum dibunuh.

7. Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Beberapa guru, kepala desa ditangkap oleh pemuda Ansor, lalu disembelih dan mayatnya dibuang ke sungai. Beberapa kepala guru dipenggal dan ditaruh diatas bamboo untuk diarak keliling desa.

8. Kecamatan Pare, Kediri. Suranto, seorang kepala sekolah menengah di Pare. Ia bukan anggota PKI, tetapi anggota Partindo. Ia bersama istrinya yang sedang hamil 9 bulan di tangkap pemuda Ansor. Mereka dibunuh, perut istrinya dibelah dan janinnya dicincang. Selama seminggu setelah kejadian itu, kelima anak anak Suranto yang masih kecil kecil tidak punya siapa siapa yang akan menolong mereka, karena para pemuda Ansor memperingatkan tetangga, bahwa barang siapa menolong anak anak iti tidak dijamin keselamatannya.

9. Kecamatan Keras, Kabuaten Kediri. Tahanan dibawa naik rakit oleh pemuda Ansor, dan disepanjang perjalanan mereka dipukui sampai mati, lalu mayatnya dibuang di bantaran sungai.

PKI10. Kabupaten Banyuwangi. Pembantaian dilakukan mulai tgl 20 November 1965 sampai 25 Desember 1965. Kemudian terjadi lagi 1 Oktober sampai 5 Oktober 1966 serta pembantaian terakhir sejak Mei 1967 sampai Oktober 1968. Pembantaian dilakukan oleh regu regu tembaj dari Kodim 08325, pemuda Ansor dan Pemuda Demokrat. Mayat mayat dikubur dilubang lubang yang sudah disiapkan. Umumnya satu lubang memuat 20 25 orang. Dengan menggunakan truk pinjaman dari pabrik kertas di Banyuwangi ratusan korban disiram minyak tanah dan dibakar lalu dilempar ke jurang di Curahtangis, antara jalan Banyuwangi dan Situbondo. Dalam banyak kasus, perempuan perrempuan dibunuh dengan cara ditusuk dengan pedang panjang melalui vagina sehingga perut mereka terbelah. Kepala dan payudara mereka dipotong potong lalu dipamerkan di pos pos jaga yang ada di sepanjang perjalanan.

Selain Curahtangis diatas, ada tempat seperti Merawan, Curahjati – sebuah hutan jati, Desa bulusan dan Ketapang di daerah pantai yang menjadi tempat pembantaian massal. Bahkan di daerah Tampuh, sebuah desa perkebunan terpencil, sejumlah anggota PKI ditembak yang dipimpin oleh komandan kodim setempat.

Sulit mengatakan jika militer dan petinggi organisasi massa tidak terlibat, jika contoh kasus pembantaian di Banyuwangi justru dipimpin oleh Kolonel Sumadi (Komandan Korem 083), Letkol Djoko Supaat Slamet (Komandan Kodim 18325) , Dja’far Maruf( Ketua PNI cab. Banyuwangi ) Kiai Haji Abdul Latief ( Ketua NU cab. Banyuwangi ) Ketika Tim pencarifakta yang dipimpin Oei Tjoe Tat turun disini pada tanggal 25 Desember 1965. Jumlah korban sedah mencapai 25.000 orang.

Banyak orang yang tidak tahu apa apa harus ikut membayar nyawanya karena amuk massa. Kerabat, tetangga, bayi bayi yang tak berdosa. Bagaimana kita menjelaskan fenomena ribuan orang orang Bali yang pasrah, lalu berpakaian putih putih berjalan menuju tempat penjagalan, serta berdiam diri menunggu datangnya algojo.

Bagaimana kita menjelaskan puluhan ribu guru yang hilang dari sekolah sekolah dalam periode tersebut. Mereka tak tahu apa apa tentang politik, sehingga bergabung dengan gerakan sempalan PGRI non vaksentral, yang memberi semboyan jika Guru lapar mereka tak bisa mengajar. Sejumlah data menyebut angka 30.000 rib sampai 92,000 ribu guru dibunuh.
Dari 120 orang yang dibunuh di Desa Margosari Klaten, terdapat sejumlah 80 orang guru sekolah.
Juga para seniman yang memiliki minat khusus terhadao wayang, atau reog sehingga diasosiasikan terhadap Lekra.
(Dikutip dari blog.imanbrotoseno.com/pembantaian yang tidak tercatat)

Artikel terkait lainnya :

10 komentar:

Anonim mengatakan...

ingin menunjukkan kesetiaanya kepada amerika yg saat itu sedang gencar kampanye antikomunis, dengan imbalan suharto dapat lama berkuasa (Prof. John Roosa, sejarahwan Inggris spesialisasi Asia Tenggara)

Amron Falahudin mengatakan...

@Anonim > Sampai saat ini pun negara kita masih dibawah cengkraman Amerika..Thanks atas kunjungannya

Anonim mengatakan...

Pembantuan paska G30S/PKI pada dasarnya bukan karena Suharto, namun berkaitan dengan kemarahan TNI akibat jendralnya dibunuh dan emosi massa, terutama tokoh agama Islam melihat kekejaman PKI sebelum pemberontakan. Coba anda tanya bagaimana masyarakat pedesaan tertekan sebelum pemberontakan PKI meletus.. masalahnya aksi balas dendam terjadi berlebihan.. namun, dimana2 kasus ini sering terjadi, counter aksi lebih hebat dari aksi

Amron Falahudin mengatakan...

Suharto tahu pasti bahwa kalau mau menggulingkan sukarno adalah dengan menguasai TNI dan menghancurkan kekuatan pendukung sukarno, maka dibuatlah skenario seperti itu dengan bantuan amerika..thanks atas kunjungan dan komennya bung anonim

dengkullemes mengatakan...

Yg jd prtanyaan adalah , setiap pemberontaka di negara mana pn pasti pemimpin negara (presiden) yg di tangkap !!! Ini kok jendral nya , jd apa yg di berontak pki ? Aneh yaaa !!!!

alloysius nurcahyo mengatakan...

sukarno di tuduh terlibat G30S. aneh ya masa presiden sebagai pangti tertinggi dan pemimpin besar revolusi mau menggulingkan pemerintahannya sendiri yang ia pimpin.

Anonim mengatakan...

Lebih biadab dari binatang

iin cuey mengatakan...

membantai para kyai itu apa gak biadab,
PKI itu yang binatang

Anonim mengatakan...

MXZ: membantai kyai yang dimananya mas?
Kau paham gak arti SEJARAH? ya, SEJARAH ITU DIBUAT DAN DICERITAKAN OLEH YANG MENANG.

Kau ini udah kemakan propaganda nya si SU*ART*, si petinggi rakus yang mengadaikan negaranya ke CIA.

yah, moga aja dia menikmati paket wisata siksaan di Alam Kuburnya.

Elizabeth Louis mengatakan...

Apakah Anda membutuhkan pinjaman untuk membayar tagihan, mengembangkan bisnis skala kecil atau menengah Anda? Ibu Elizabeth Louis Pinjaman Perusahaan memberikan kesempatan untuk membuat impian Anda menjadi kenyataan dengan memberikan pinjaman kepada individu swasta atau pemerintah dan Perusahaan dengan tingkat bunga 2% untuk awal untuk setiap jumlah yang dibutuhkan dan dengan jadwal pembayaran yang fleksibel. Hubungi Ibu Elizabeth Louis untuk LOAN Anda hari ini melalui email: elizabethlouisloancompany@gmail.com

Posting Komentar

Please comment..